Pemimpin Turki itu juga berniat beralih ke sistem pemerintahan presidensial.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara tidak akan memenuhi satu poin pun dari persyaratan UE untuk penghapusan rezim visa, lapor Reuters.
Ankara dan Brussel sebelumnya sepakat bahwa pengungsi dan migran ilegal yang mencapai Yunani akan kembali ke Turki dengan imbalan rezim bebas visa dengan UE untuk warga negara Turki.
Kita berbicara tentang perubahan undang-undang anti-terorisme di Turki. Erdogan menolak melakukan hal ini, dengan alasan bahwa Türkiye berada di bawah ancaman serangan teroris.
“Kami akan menempuh jalan kami, dan Anda akan menempuh jalan Anda sendiri,” kata pemimpin Turki itu dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
Selain itu, Erdogan menyerukan agar Turki segera melakukan transisi ke sistem presidensial, yang menurutnya akan memberikan stabilitas yang lebih besar di negara tersebut.
Dia juga mencatat bahwa pengumuman pengunduran diri Perdana Menteri Ahmet Davutoglu tidak akan mempengaruhi tata kelola negara.
Izinkan kami mengingatkan Anda bahwa undang-undang yang menghapuskan pembatasan visa untuk negara-negara Schengen telah mulai berlaku di Turki.
Sumber: Koresponden



