Presiden Turki Abdullah Gul mengatakan masyarakat Turki bertekad untuk membawa keberagaman mereka ke masa depan.
Presiden Abdullah Gul mengatakan Turki adalah pewaris tradisi yang berhasil memetik keharmonisan, kekayaan, dan kekuatan dari keberagaman dengan menjadikan “manusia” sebagai basis selama berabad-abad, seraya menambahkan bahwa masyarakat Turki mempunyai tekad penuh untuk membawa keberagamannya ke masa depan dalam bingkai saling menghormati dan simpati yang dapat membuat negara semakin kuat.
Gul merilis pesan untuk memperingati “Hari Hak Asasi Manusia” yang dirayakan setiap tahun di seluruh dunia pada tanggal 10 Desember dan Peringatan 65 Tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Dalam pesannya, Gul mengingatkan, “saat mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Majelis Umum PBB juga menyatakan bahwa persamaan hak setiap orang menjamin kebebasan individu, kemakmuran, pembangunan, perdamaian global dan keadilan.”
Menyoroti fakta bahwa deklarasi tersebut merupakan hasil pendekatan universal, Presiden mengatakan, “Ini merupakan wujud nyata peradaban dan akal sehat yang telah bersandar selama berabad-abad serta merupakan jaminan bagi perdamaian dan keamanan dunia. Orang-orang mungkin berasal dari kebangsaan dan budaya yang berbeda dan mempunyai nilai-nilai yang berbeda pula. Namun, dasar kemanusiaan yang sama adalah hak-hak dasar dan kebebasan yang dimiliki setiap individu, yang merupakan syarat mutlak bagi kehidupan yang terhormat.”
Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang bertumpu pada nilai-nilai kemanusiaan universal akan lebih damai, stabil dan sejahtera, kata Presiden dalam pesannya.
Gul menggarisbawahi salah satu elemen dasar perdamaian dunia adalah menerapkan nilai-nilai universal hak asasi manusia secara setara dan mengatakan akan berguna untuk mengingatkan kerja sama internasional dalam hal ini, sambil menambahkan “Turki berasal dari budaya dan peradaban yang menjadikan manusia sebagai basis. Faktanya, hak-hak dan kebebasan yang tercantum dalam deklarasi ini merupakan landasan bagi masyarakat kita.”
Gul merayakan Hari Hak Asasi Manusia di akhir pesannya, berharap pemahaman yang menghormati hak asasi manusia bisa berlaku di seluruh dunia.
Selain itu, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan mereka [sebagai pemerintah] telah melanjutkan upaya mereka yang bertujuan untuk melindungi dan mengembangkan hak asasi manusia serta menegakkan dominasi demokrasi dan hukum di Turki dan dunia.
Erdogan mengatakan Turki telah mengadopsi perlindungan dan pengembangan hak asasi manusia sebagai kebijakan utama negara dan karenanya melakukan reformasi terdepan yang telah mencakup banyak hal dalam beberapa tahun terakhir.
Semua orang di mana pun di dunia memiliki hak dan kebebasan yang sama dan mereka harus memilikinya, kata Perdana Menteri, seraya menambahkan “Prioritas Turki adalah memungkinkan rakyatnya untuk setara dan bebas di hadapan hukum tanpa memandang asal usul, status, dan identitas mereka.”
Erdogan juga mengatakan dalam pesannya bahwa pelanggaran hak asasi manusia di dunia yang sedang mengglobal tidak hanya merupakan ancaman bagi negara tempat pelanggaran tersebut terjadi, tetapi juga bagi perdamaian dan stabilitas dunia. Oleh karena itu, komunitas internasional tidak boleh tinggal diam terhadap pelanggaran hak asasi manusia di wilayah kita dan berbagai wilayah di dunia, tambah Perdana Menteri.
AA



