Pemerintah asing tidak lagi memiliki alasan untuk menghindari dukungan terhadap oposisi Suriah setelah para pembangkang memperluas cakupan oposisi dengan perjanjian persatuan yang diperoleh dengan susah payah yang ditandatangani kemarin di Doha, kata Menteri Luar Negeri Ahmed Davutoğlu.
Kekhawatiran atas perpecahan oposisi telah teratasi dengan kesepakatan tersebut, yang berarti bahwa para pembangkang sekarang membutuhkan dukungan penuh, kata menteri tersebut.
"Sahabat Suriah ... harus mendukung perjanjian ini. ... Tidak ada alasan lagi," katanya seperti dikutip Reuters. "Semua pihak yang mendukung perjuangan rakyat Suriah yang sah harus menyatakan dukungan yang jelas terhadap perjanjian ini dan lebih aktif."
Kelompok-kelompok anti-pemerintah Suriah mencapai kesepakatan kemarin di bawah tekanan internasional yang kuat untuk membentuk kepemimpinan oposisi baru yang akan mencakup perwakilan dari berbagai faksi di negara itu yang berjuang untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Amerika Serikat, Prancis, dan Qatar juga menyambut baik kesepakatan tersebut.
“Tidak ada rezim yang dapat bertahan hidup dengan mengobarkan perang terhadap rakyatnya sendiri,” ujar Davutoğlu pada sesi penutupan pertemuan yang menyaksikan pembentukan Koalisi Nasional Suriah untuk Pasukan Oposisi dan Revolusioner.
Menteri Luar Negeri berterima kasih kepada perwakilan kelompok-kelompok tersebut atas kontribusi mereka dalam pembentukan kepemimpinan baru, lapor kantor berita Anatolia. "Hari ini adalah hari bersejarah, dan besok akan menjadi awal yang baru. Saya ingin mengumumkan bahwa perwakilan Suriah telah menyepakati peta jalan baru. Mereka akan mendapatkan legitimasi dari rakyat Suriah."
(Untuk cerita asli http://www.hurriyetdailynews.com/fm-davutoglu-hails-syrian-opposition-deal.aspx?pageID=238&nID=34460&NewsCatID=338)



