Seorang warga negara Jerman asal Turki yang dicari oleh Kenya karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok pemberontak Islam Somalia, Shebab, telah ditangkap di Tanzania, kata polisi di kedua negara pada hari Rabu.
“Ya, dia ditangkap karena dicurigai terkait dengan Shebab,” kata juru bicara kepolisian Tanzania Isaya Mngulu pada konferensi pers, seraya menambahkan bahwa Erdogan, 24 tahun, berada dalam tahanan polisi menunggu penyelidikan lebih lanjut.
“Demi alasan keamanan kami tidak akan mengatakan di mana dan bagaimana dia ditangkap pada hari Senin di Dar es Salaam,” kata Mngulu.
“Kami telah menerima informasi dari pihak berwenang Tanzania mengenai penangkapan Emrah Erdogan,” kata wakil juru bicara polisi Kenya Charles Owino kepada AFP.
Orang Jerman yang ditangkap tersebut diperkirakan memiliki hubungan dekat dengan warga negara Swiss, Magd Najjar, yang pada awal bulan ini didakwa oleh pengadilan Kenya sebagai anggota Shebab, kata Owino.
“Erdogan adalah seseorang yang kami cari dan kami telah mengirimkan petugas kami ke Tanzania untuk menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Kedutaan Besar Jerman di ibu kota komersial Tanzania menolak berkomentar.
Pada akhir bulan lalu, polisi Kenya mengeluarkan foto Erdogan, yang mengatakan bahwa dia diperkirakan memasuki Kenya dari Somalia melalui kota Garissa di utara pada tanggal 3 Mei dan dia diyakini masih berada di negara tersebut.
“Kami punya banyak alasan untuk mengaitkannya dengan Shebab,” kata juru bicara kepolisian Kenya Eric Kiraithe saat itu.
Beberapa orang asing dicari oleh polisi Kenya karena dicurigai merencanakan serangan bom atau hubungan dengan Shebab, termasuk warga negara Jerman lainnya Andreas Martin Mueller dan seorang wanita Inggris Samantha Lewthwaite, janda Germaine Lindsay, salah satu pelaku bom bunuh diri di London Juli 2005 serangan bawah tanah.
Jermaine Grant, warga Inggris lainnya, ditangkap pada bulan Desember di Mombasa. Dia ditemukan membawa berbagai bahan kimia, baterai, dan saklar yang menurut jaksa akan digunakan untuk membuat bahan peledak.
Jaksa mengatakan Grant, seorang mualaf berusia 29 tahun, bekerja dengan Lewthwaite. Sidang Grant dilanjutkan pada 15 Agustus.
Seorang warga negara Belgia, Hassan Kafi, dan seorang warga Tunisia, Mohammed Debarli, juga menunggu persidangan di Mombasa, dengan tuduhan sebagai anggota Shebab. Pasangan ini sudah menjalani hukuman enam bulan penjara karena berada di Kenya secara ilegal.



