Operasi tersebut diluncurkan di desa Sayed Gul di distrik Ghormach di provinsi tersebut, dan putra Yuldash, Hekmat, terluka dalam operasi tersebut, demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Yuldash terlibat dalam serangan teroris dan pembunuhan warga Afghanistan di provinsi utara,” kata pernyataan itu.
Kementerian Pertahanan tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Hal ini terjadi setelah dua hari lalu (Selasa) Mohammad Hanif Alias Abdullah pemimpin Al-Qaeda Sub-benua India dibunuh oleh Pasukan Khusus Direktorat Keamanan Nasional (NDS) dalam operasi di distrik Bakwa di provinsi Farah.
Hanif, seorang warga negara Pakistan dan pembantu dekat Asim Omer, diberi perlindungan dan perlindungan oleh Taliban, kata pernyataan NDS.
Dia juga sempat menjabat sebagai wakil Amir untuk AQIS, kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menunjukkan bahwa Hanif juga memiliki hubungan dekat dengan Taliban dan membantu serta melatih anggota Taliban dalam bidang bahan peledak, bom mobil, dan alat peledak rakitan.
Namun Taliban belum berkomentar.
Pada bulan Juli tahun ini, Dewan Keamanan PBB menyatakan dalam sebuah laporan bahwa selain AlQaeda, sejumlah kelompok teroris lainnya juga aktif di Afghanistan, sebagian besar beroperasi di bawah payung Taliban tetapi beberapa lainnya bersekutu dengan Daesh.
Kematian Abdukholik, pemimpin pejuang Uzbekistan di Daesh, pada Januari 2020, berkontribusi pada kepergian beberapa komponen kelompok Uzbekistan, khususnya anggota keluarga.
Satu kelompok pejuang Asia Tengah pergi ke provinsi Faryab, di mana mereka bergabung dengan kelompok Gerakan Islam Uzbekistan (IMU) yang beranggotakan 1,500 orang. Seorang lainnya dilaporkan melakukan perjalanan ke provinsi Kabul, berencana meninggalkan Afghanistan melalui Iran menuju Turki untuk bergabung dengan diaspora lokal pro-Daesh di Asia Tengah.
Taliban telah menolak hubungan mereka dengan al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya.
Sumber: BERITA ATN



