Memoar Orhan Kemal telah diterbitkan di Pakistan oleh Jumhoori Publishing House, yang mengharapkan peningkatan minat nasional terhadap penulis Turki tersebut.
Pembaca Pakistan akan memiliki kesempatan untuk mengenal kehidupan dan masa penulis Turki Orhan Kemal setelah penerbitan memoarnya, “Nazım Hikmet'le 3.5 Yıl” (Tiga Setengah Tahun bersama Nazım Hikmet), di negara Asia Selatan.
“Orhan Kemal mencerminkan gaya hidup masyarakat Turki dan dia juga membuat karya sastra dari gaya hidup tersebut. Ini adalah karya sastra dari generasi ke generasi dan peradaban,” Farrukh Sohail Goindi, pemilik Jumhoori Publishing House, yang menerbitkan karya tersebut dengan judul “Orhan Kemal, Nazim Hikmet Ke Saath Jail,” baru-baru ini mengatakan kepada kantor berita Anatolia.
Jumhoori mengharapkan sambutan positif terhadap buku tersebut. Goindi mengatakan bahwa sastra Kemal telah mengarahkan benua di masa lalu dan kini menerangi negara-negara dunia ketiga dengan cahayanya. Gaya Kemal yang kuat dan lancar tercermin dalam memoarnya, tambah Goindi. Diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu oleh Ejaz Ahmed Rana, Goindi mengatakan memoar tersebut menceritakan kisah Kemal dan Hikmet, yang berbagi bangsal di Penjara Bursa antara tahun 1940 dan 1943. Buku ini berfokus pada sisi kemanusiaan Nazım, penyair terbesar Turki.
Buku ini terdiri dari enam bagian
Goindi mengatakan buku itu terdiri dari enam bagian: “Orhan Kemal dan Nazim Hikmet: Penulis di Pengadilan;” “Ayah Orhan Kemal, Abdülkadir Kemal Bey;” “Transisi dari Penyair ke Novelis,” “3.5 Tahun bersama Nazım Hikmet;” “Catatan Penjara Orhan Kemal,” serta “Surat untuk Nazım Hikmet dan Orhan Kemal.”
Goindi berkata bahwa dia sangat mengikuti sastra Turki dan mengetahui karya Kemal dengan baik, khususnya “Cell 71,” Cemile,” “Rumah Ayah,” dan “Tahun-Tahun Gila.” Kemal berfokus pada topik serupa dengan yang dibahas dalam sastra Pakistan, katanya.
“[Tetapi] karya Orhan Kemal adalah sebuah konsep baru bagi masyarakat Pakistan. Karya-karyanya menarik para intelektual dan penulis tanah air,” imbuhnya.
“Peradaban Turki adalah salah satu peradaban terpenting yang telah mempengaruhi kawasan ini selama bertahun-tahun dan para penulis Turki adalah bagian dari peradaban ini,” katanya, seraya mencatat bahwa seiring berjalannya waktu, para penulis Turki akan menjadi lebih dikenal di kalangan sastra global.
Buku Orhan Kemal dalam 13 bahasa
“Penulis Turki sebagai harta karun harus diungkap di kancah sastra dan harus dipresentasikan ke budaya lain. Buku-buku Orhan Kermal menunjukkan semua detail budaya dan gaya hidup Turki.”
Goindi mengatakan Kemal menyoroti perbedaan kelas dengan sangat baik. “Kemal bisa menulis dan merefleksikan bagian tragis masyarakat. Itu sebabnya dia berpengaruh di negara lain dan kesusastraan negara lain.”
Putra Orhan Kemal, Işık Öğütçü, mengatakan 35 buku Kemal telah diterbitkan di luar negeri dan lima lagi akan diterjemahkan ke bahasa asing pada akhir tahun 2012.
“Saya mengajukan penawaran kepada penerjemah dan penerbit. Umumnya penerbit asing tidak tahu banyak tentang sastra Turki. Mereka hanya mengetahui beberapa nama saja. Tapi kita mempunyai sastra dan penulis sastra yang sangat kaya.
(Berita Harian Hurriyet)



