Dalam upaya melindungi artefak paling membanggakan mereka, para pejabat di Milas tengah membangun perisai untuk melindungi gambar-gambar dinding berusia ribuan tahun di sebuah makam kuno.
Para pejabat di distrik Milas di provinsi barat daya Muğla tengah berupaya melindungi gambar-gambar dinding tak ternilai harganya yang berusia ribuan tahun dengan mendirikan perisai guna menahan cuaca.
"Pekerjaannya hampir selesai. Perisai ini dibuat dengan ciri khas arsitektur dari abad keempat SM," ujar Adnan Diker, seorang akademisi di Universitas Muğla Sıtkı Koçman.
Perisai akan dirancang khusus untuk melindungi gambar dari hujan dan salju.
Harta karun budaya
Gambar-gambar tersebut, yang terletak di sebuah makam berusia 2,400 tahun dan merupakan harta budaya terpenting di sekitarnya, telah ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia Sementara UNESCO dan baru-baru ini dikunjungi oleh tim Italia untuk dianalisis.
Penggalian di makam tersebut terus berlanjut, kata Diker. "Kami juga telah menemukan banyak peninggalan dari era Bizantium dan Romawi awal." Nantinya, area penggalian akan dibuka untuk wisatawan sebagai museum terbuka yang disebut Uzunyuva Tomb Archaeopark and Center.
"Pekerjaan penggalian masih berlanjut di ruang makam, yang dulunya milik Raja Caria, Hekatomnos, selama masa kekuasaan Persia di wilayah tersebut. Proyek ini didukung oleh Direktorat Artefak Budaya dan Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata," ujar cendekiawan tersebut.
Perisai tersebut menjadi penting setelah para pekerja merobohkan sejumlah bangunan di sekitar saat melakukan pembersihan area tersebut, sehingga gambar-gambar tersebut terbuka terhadap unsur-unsur alam.
"Untuk mengungkap area tersebut dan melanjutkan penggalian, area sekitarnya harus dibersihkan. Itulah sebabnya bangunan-bangunan yang tidak diperlukan dihancurkan," kata Diker, seraya menambahkan bahwa perisai tersebut terbuat dari kayu.
Akademisi tersebut mengatakan makam itu sendiri dilindungi oleh sistem iklim yang mencakup sistem kelembapan dan pemanas, serta pengatur suhu. "Kelembapan dapat meningkat atau menurun. Jika menurun dan tempat ini mulai mengering, dindingnya akan rusak. Debu marmer dapat menempel di dinding, sehingga mengurangi visibilitas gambar."
Diker mengatakan perisai juga diperlukan karena tidak mungkin membersihkan debu seperti itu dari dinding.
Perisai ini pada akhirnya diharapkan hanya bersifat sementara karena ada proyek baru untuk membangun museum di area tersebut.
Bangunan-bangunan tradisional di sekitar area tersebut juga akan dipugar sebagai bagian dari proyek pembangunan museum terbuka, ujarnya, seraya menambahkan bahwa banyak karya seni akan dipamerkan di area tersebut, termasuk karpet Milas dan arsitektur Milas. Bangunan-bangunan tersebut telah dipugar, tetapi pengerjaannya belum selesai, menurut para pejabat.
(Untuk cerita asli http://www.hurriyetdailynews.com/muglas-millennia-old-drawings-to-gain-protection-with-a-shield.aspx?pageID=238&nID=34747&NewsCatID=375)
Dilaporkan oleh Hürriyet Daily News



