Presiden AS Barack Obama mengatakan ia telah menepati janjinya kepada Amerika dengan bekerja sama dengan Kongres untuk mengubah aturan pajak yang menurutnya terlalu sering menguntungkan orang-orang kaya dibandingkan kelas menengah.
Dalam pidato mingguannya pada hari Sabtu, Obama memuji perjanjian anggaran bipartisan yang dicapai para anggota parlemen minggu ini, dan mencatat bahwa perjanjian tersebut menaikkan pajak bagi 2 persen orang terkaya Amerika untuk pertama kalinya dalam dua dekade. Dia mengatakan langkah tersebut mencegah kenaikan pajak kelas menengah yang bisa membuat perekonomian kembali ke dalam resesi.
- Akhir Februari: Tindakan luar biasa untuk memperpanjang batas pinjaman negara akan habis.
- 1 Maret: Pemotongan belanja otomatis dalam jumlah besar, atau sekuestrasi, akan berlaku tanpa tindakan kongres.
- 27 Maret: Tindakan pendanaan sementara berakhir. Instansi pemerintah akan kehabisan uang kecuali Kongres mengadopsi rancangan undang-undang baru.
Namun Obama mengatakan pemerintah masih harus berbuat lebih banyak untuk membuat warga Amerika kembali bekerja dan membuat negara tersebut mampu membayar utangnya.
Obama mengatakan ia yakin pemotongan belanja dapat dilakukan tanpa “mengurangi” hal-hal seperti pendidikan, pelatihan kerja, penelitian dan teknologi, yang ia sebut “penting” bagi kemakmuran bangsa.
Dalam pidato mingguan Partai Republik, Perwakilan AS David Camp dari negara bagian Michigan di utara meminta rekan-rekan anggota parlemennya untuk mengidentifikasi cara-cara yang bertanggung jawab untuk mengatasi apa yang disebutnya “pengeluaran Washington yang boros.”
VOA



