Menteri Pemuda dan Olahraga Suat Kılıç memperjelas rumor tersebut dengan menjelaskan bahwa peserta protes Taman Gezi tidak akan dipotong pinjaman mahasiswanya

Baru-baru ini ada dugaan bahwa mahasiswa yang mengikuti protes Gezi Park tidak akan diberikan pinjaman. Dalam hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Suat Kılıç membantah tuduhan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi dalam protes Taman Gezi tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman yang diberikan oleh Lembaga Pinjaman dan Asrama Pendidikan Tinggi (KYK) yang berafiliasi dengan kementerian.
“Berita bahwa beasiswa atau pinjaman yang diberikan kepada mahasiswa yang berpartisipasi dalam protes Gezi Park akan dipotong adalah kebohongan dan produk imajinasi,” kata Kılıç dalam pesan yang diposting ke akun Twitter-nya pada tanggal 30 Juli.
“Peraturan yang menjadi dasar pemberitaan itu disahkan pada tahun 1997. Artinya, bahkan sebelum para pembohong mengetahui lokasi Taman Gezi,” imbuhnya.
Pemberitaan didasarkan pada dokumen yang diterbitkan pada tanggal 29 Juli yang menyebutkan prasyarat tahun ajaran 2013-2014. Dinyatakan bahwa mereka yang terlibat dalam “protes, boikot, pendudukan, vandalisme di ruang publik, meneriakkan slogan-slogan dan sejenisnya,” tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman mahasiswa, karena aktivitas tersebut merupakan “pelanggaran hak atas pendidikan,” menurut KYK.
Pertanyaan pun muncul dan banyak yang berspekulasi bahwa artikel yang melarang perilaku siswa seperti itu dimasukkan sebagai akibat dari protes Taman Gezi. Namun, bahkan sebelum terjadinya protes baru-baru ini, hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah dan dimasukkan dalam peraturan jauh sebelum peristiwa Taman Gezi.
Tribun Turki



