Baterai rudal Patriot yang ditempatkan di provinsi tenggara Gaziantep akan diganti sebagai bagian dari prosedur rotasi rutin, kata Staf Umum Turki hari ini.
Sebuah kapal AS yang membawa baterai baru tiba di Pelabuhan İskenderun pada 10 November, sementara peralatan dan material baru dikirim ke Gaziantep pada 13 November, demikian pengumuman yang diposting di situs resmi Angkatan Bersenjata Turki (TSK), seraya mencatat bahwa baterai rudal Patriot saat ini akan dikirim kembali ke Amerika Serikat pada 8 Desember.
“Staf dan peralatan baterai rudal Patriot milik AS, Jerman dan Belanda yang ditempatkan di negara kami akan dirotasi bila diperlukan,” kata pengumuman TSK.
Turki, seorang anggota NATO, tahun lalu meminta aliansi tersebut untuk melindungi perbatasannya dari segala ancaman dari Suriah. Belanda, Jerman dan AS mengerahkan baterai rudal Patriot di provinsi selatan Adana dan Kahramanmaraş, serta Gaziantep, di bawah komando Panglima Tertinggi Sekutu Eropa.
Turki meminta perlindungan dari sekutu NATO-nya setelah bom mortir yang ditembakkan dari wilayah Suriah menewaskan lima warga sipil Turki di kota perbatasan Akçakale pada Oktober tahun lalu.
Awalnya digunakan sebagai rudal antipesawat, Patriot saat ini digunakan untuk mempertahankan wilayah udara dengan mendeteksi dan menghancurkan rudal yang masuk. Patriot dikerahkan setelah NATO dan Turki menandatangani perjanjian pada 12 Januari tahun ini. Turki pekan lalu meminta NATO untuk memperpanjang penempatan rudal Patriot selama satu tahun lagi.
HDN



