Birzamanlar Publishing mengadakan acara baru yang dirancang untuk menyegarkan kenangan tentang İzmir di awal Republik Turki melalui pameran kartu pos bersejarah dan foto dari Koleksi Orlando Carlo Calumeno.
Pameran yang dibuka pada 12 Oktober di Cezayir Restaurant Meeting Hall Galatasaray ini bertajuk “Once Upon Time in İzmir: Postcards from Orlando Carlo Calumeno’s Collection” dan terdiri dari 60 foto bersejarah. Pameran akan berlanjut hingga 29 Oktober.
“Dalam pameran ini kami ingin orang-orang tidak memikirkan apa pun,” editor Birzamanlar Publishing dan kurator pameran Osman Köker mengatakan kepada Hürriyet Daily News. “Saya ingin pemirsa sendirian dengan kartu pos dan foto-foto tersebut, karena mereka akan menyegarkan ingatan mereka tentang İzmir.”
Pameran koleksi Orlando Carlo
Köker telah mengadakan sejumlah pameran Koleksi Orlando Carlo Calumeno, termasuk pameran bertajuk “My Dear Brother,” yang menarik total 10,000 orang di Armenia, Amerika Serikat, dan Eropa dengan penggambaran kehidupan Armenia sebelum tahun 1915. diambil dari banyak koleksi kartu pos milik Calumeno.
“Pameran ini membantu masyarakat Armenia mengingat negaranya,” kata Köker. “Dengan pameran ini, dialog Turki-Armenia meningkat.”
Köker mengatakan pameran baru ini akan memamerkan sejarah İzmir, serta insiden penting yang terjadi di kota Aegean, termasuk Kebakaran Besar Smyrna.
“Kami tidak hanya akan memamerkan Kebakaran Besar Smyrna, tetapi kami juga akan menyegarkan ingatan pemirsa tentang peristiwa di İzmir,” kata Köker.
Menjelaskan awal mula kebakaran, Köker mengatakan, “Pasukan Turki kembali menguasai kota [dari mundurnya pasukan Yunani selama Perang Kemerdekaan] pada tanggal 9 September 1922. Setelah itu, kebakaran besar mulai terjadi di kota tersebut.”
Kebakaran tersebut, yang juga dikenal sebagai “Bencana Smyrna” menghancurkan sebagian besar İzmir, termasuk pelabuhannya.
Foto-foto dalam pameran tersebut pada akhirnya menggambarkan kehidupan orang-orang non-Muslim di Anatolia, katanya, seraya menambahkan bahwa foto-foto tersebut menunjukkan bahwa selalu ada orang-orang Kristen Suriah, Yunani, dan Armenia di seluruh wilayah tersebut.
Köker mengatakan penerbitnya sebelumnya telah menerbitkan dua buku tentang İzmir, termasuk “The End of Smyrna” karya Hervé Georgelin dan “Once Upon a Time in İzmir: Postcards from Orlando Carlo Calumeno’s Collection,” yang menjadi dasar pameran kali ini.
(Berita Harian Hurriyet)



