Dugaan militan Kurdi mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pemerintah Prancis setelah pemimpin PKK di Eropa, Adem Uzun, ditahan oleh polisi Prancis pekan lalu, menurut kantor berita Fırat.
Prancis bersalah karena menjadi bagian dari konspirasi untuk menahan Uzun, kata Persatuan Komunitas Kurdistan (KCK), yang diduga merupakan sayap perkotaan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, dalam sebuah pernyataan.
“Gerakan kemerdekaan Kurdistan dan rakyat Kurdi akan menggunakan haknya untuk melakukan pembalasan dan mengambil keputusan yang merugikan Prancis, kecuali Prancis menghentikan sikap bermusuhannya terhadap Kurdi,” kata pernyataan itu.
Polisi menahan Uzun dan seorang pria lainnya di Paris pada 6 Oktober, sementara dua lainnya ditahan pada 7 Oktober di komune barat laut Evron dan Saint-Ouen-l'Aumone.


