Presiden Barack Obama pada hari Minggu menandai dimulainya Ramadhan dengan menekankan bahwa AS harus berbuat lebih banyak untuk membantu umat Islam yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan.
“Terlalu banyak umat Islam yang mungkin tidak dapat menjalankan Ramadhan dari kenyamanan rumah mereka sendiri tahun ini atau tidak mampu merayakan Idul Fitri bersama anak-anak mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan, merujuk pada perayaan di akhir puasa selama sebulan. “Kita harus terus bekerja sama untuk meringankan penderitaan orang-orang ini.
“Waktu yang sakral ini mengingatkan kita akan kewajiban kita bersama untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap umat manusia. Kami akan terus menyambut imigran dan pengungsi ke negara kami, termasuk mereka yang beragama Islam,” tambahnya.
Obama telah mendesak pemerintahannya untuk menerima 10,000 pengungsi di AS pada awal Oktober, namun serangkaian pemeriksaan keamanan yang rumit hanya menghasilkan sekitar 2,500 pengungsi sejauh ini.
Janji tersebut merupakan respons terhadap krisis pengungsi global yang terutama dipicu oleh konflik Suriah yang telah berlangsung lebih dari lima tahun. Afghanistan adalah negara sumber pengungsi tertinggi kedua, menurut badan pengungsi PBB.
Dalam pernyataan Ramadhannya, Obama mengatakan: “Kita tidak bisa melupakan jutaan nyawa yang terpaksa mengungsi akibat konflik dan perjuangan, di seluruh dunia dan di halaman belakang rumah kita sendiri.”
Namun retorika kampanye presiden tahun ini terbukti memecah-belah dalam isu ini, dimana calon dari Partai Republik Donald Trump mendesak larangan masuknya umat Islam ke AS karena masalah keamanan.
Ketika ditanya di acara “Face the Nation” CBS pada hari Minggu apakah menurutnya hakim Muslim akan memperlakukannya tidak adil, Trump menjawab: “Itu mungkin saja.”
Namun Obama mendesak masyarakat Amerika untuk menolak sentimen anti-Muslim, dengan mengatakan, “Saya mendukung komunitas Muslim Amerika dalam penolakan terhadap suara-suara yang berupaya memecah belah kita atau membatasi kebebasan beragama atau hak-hak sipil kita.”
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri John Kerry mengucapkan selamat Ramadhan Kareem kepada 1.6 miliar umat Islam di seluruh dunia.
Umat Islam di AS akan mulai berpuasa pada Senin subuh. Bulan suci ini akan berakhir pada tanggal 5 Juli.



