Turki memperingati Pemimpin Besar Mustafa Kemal Ataturk, Pendiri Republik Turki, yang meninggal 74 tahun lalu.
Upacara peringatan berlangsung di seluruh Turki, di Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan perwakilan asing pada hari Sabtu.
Presiden Turki Abdullah Gul, Ketua Parlemen Cemil Cicek, Kepala Staf Umum Jenderal Necdet Ozel dan ketua oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu serta pejabat negara meletakkan karangan bunga di Mausoleum – Anitkabir Ataturk.
Mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Ataturk pada pukul 9:05, ketika Ataturk meninggal 74 tahun yang lalu.
Sirene dibunyikan di seluruh negeri, bendera dikibarkan setengah tiang untuk memperingati Pemimpin Besar.
Presiden Gul menandatangani buku khusus Anitkabir dan menulis bahwa Turki telah berkembang dengan mendapatkan kekuatan dari cita-cita dan pendapat Pemimpin Besar Ataturk. “Turki telah mengalami kemajuan dengan langkah tegas menuju masa depan yang cerah,” tulisnya.
Lahir pada tahun 1881 di Thessaloniki, Ataturk adalah seorang perwira tentara Turki, negarawan revolusioner, dan Pendiri Republik Turki serta Presiden Pertama.
Ataturk dikenal sebagai perwira militer yang sangat cakap selama Perang Dunia I. Setelah kekalahan Kekaisaran Ottoman, ia memimpin gerakan nasional Turki dalam Perang Kemerdekaan Turki. Setelah membentuk pemerintahan sementara di Ankara, ia mengalahkan pasukan yang dikirim Sekutu. Kampanye militernya yang sukses berujung pada pembebasan negara dan berdirinya Turki.
Selama masa kepresidenannya, Ataturk memulai program reformasi politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai pengagum Zaman Pencerahan, ia berupaya mengubah bekas Kekaisaran Ottoman menjadi negara-bangsa yang modern, demokratis, dan sekuler. Prinsip-prinsip reformasi Ataturk, yang mendasari berdirinya Turki modern, disebut sebagai Kemalisme.
Mustafa Kemal Ataturk meninggal pada pukul 9:05 pada tanggal 10 November 1938 pada usia 57 tahun. Pada tanggal 10 November, kehidupan sehari-hari dan lalu lintas berhenti pada pukul 9:05 selama dua menit ketika sirene meraung-raung dan orang-orang mengheningkan cipta selama dua menit untuk menghormati ke Atatürk.
(Agen Anatolia)



