Berita TT Rusia :
MOSKOW (Reuters) – Turki tertarik untuk memproduksi vaksin virus corona pertama Rusia, Sputnik V, di fasilitas dalam negeri, kata kementerian kesehatan Rusia pada Rabu setelah panggilan telepon antara menteri kesehatan negara tersebut.
Rusia sudah menguji dua vaksin untuk melawan virus ini dan hampir mendaftarkan vaksin ketiga. Negara ini meluncurkan vaksin Sputnik V untuk penggunaan domestik meskipun uji coba tahap akhir belum selesai.
“Kepala Kementerian Kesehatan Turki menyatakan minatnya untuk mengatur produksi vaksin Sputnik V di fasilitas produsen farmasi Turki, setelah studi toksikologi dilakukan, sebagaimana diatur oleh undang-undang setempat,” kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.
Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko meyakinkan rekannya dari Turki tentang kesiapan untuk mengadakan tes semacam itu, kata pernyataan itu.
Kementerian Kesehatan Turki menolak untuk menguatkan klaim tersebut, namun Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengkonfirmasi bahwa kedua pria tersebut telah melakukan panggilan telepon dalam sebuah tweet yang diposting pada Selasa malam.
“Kami bertukar pandangan mengenai isu-isu di sektor kesehatan yang kami kerjakan, yaitu upaya vaksin COVID-19, dan operasi internasional di mana kami menjadi bagiannya,” kata Koca.
Turki telah melaporkan hampir 400,000 pasien COVID-19 terkonfirmasi dengan lebih dari 11,000 kematian sejak bulan Maret. Pada bulan Juli, pemerintah mengubah penghitungan hariannya menjadi hanya melaporkan jumlah pasien yang bergejala, sebuah langkah yang menurut para kritikus menyembunyikan skala sebenarnya dari wabah di negara tersebut.
Sumber: reuters.com



