Turki sudah mulai pulih dari serangan siber yang berlangsung selama seminggu. Namun, ada kritik dari para ahli TI atas keputusannya untuk mencoba memecahkan masalah tersebut dengan melarang akses internasional ke DNS negara tersebut.
Serangan dunia maya di Turki dimulai pada 14 Desember dan telah menargetkan hampir 400,000 situs web dengan ekstensi “.tr.”
Sumber TI mengklaim tidak jelas apakah Rusia berada di balik serangan dunia maya tersebut. Laporan awal menunjukkan bahwa peretas Rusia berada di balik pelambatan massal akses internet dan pengoperasian ribuan situs web Turki, termasuk situs pemerintah.
Para profesional TI mengkritik metode yang diterapkan pemerintah dalam memblokir akses ke situs web Turki dari luar negeri, dengan menyatakan bahwa negara tersebut seharusnya lebih siap menghadapi kemungkinan serangan dunia maya.



