Turki bermaksud untuk menyimpan hingga 15 persen gas yang digunakan negaranya di fasilitas penyimpanan bawah tanah di masa depan. Dalam hal ini negara berencana menambah jumlah fasilitas penyimpanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Taner Yildiz mengatakan pada hari Sabtu.
Menteri mengatakan bahwa Turki ingin melihat perusahaan-perusahaan Rusia terlibat dalam proyek pembangunan fasilitas penyimpanan gas alam baru.
“Turki membutuhkan fasilitas penyimpanan gas dengan kapasitas penyimpanan 7-8 miliar meter kubik gas. Turki ingin melihat perusahaan-perusahaan Rusia terlibat dalam proyek pembuatan fasilitas penyimpanan baru,” kata Yildiz.
Turki telah mengembangkan proyek untuk membuat penyimpanan bawah tanah kedua, yang akan berakhir pada tahun 2019.
Fasilitas penyimpanan gas yang akan dibangun di bawah Danau Tuz akan terdiri dari 12 sumur dan memiliki kapasitas penyimpanan satu miliar meter kubik.
Proyek senilai $640 juta ini akan dilaksanakan oleh perusahaan Tiongkok, China Tianchen Engineering Corporation.
Saat ini terdapat satu fasilitas penyimpanan gas di Turki di perusahaan minyak Silivri yang mampu menampung 2.6 miliar meter kubik gas milik TPAO.
(Tren AZ)


