Presiden Recep Tayyip Erdoğan menerima Menteri Luar Negeri AS Rex W. Tillerson di Kompleks Kepresidenan pada hari Kamis. Pertemuan tersebut terjadi pada saat hubungan antara Ankara dan Washington mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir. Alasan memburuknya hubungan adalah dukungan AS terhadap Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang berafiliasi dengan teroris PKK di Suriah utara.
Sumber-sumber kepresidenan menyatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdoğan “dengan tegas dan jelas” menyampaikan keprihatinannya atas dukungan pemerintah AS terhadap teroris YPG. Erdoğan juga diketahui menjelaskan prioritas dan harapan Turki terhadap Suriah, Irak, dan perkembangan regional selama pertemuan dengan Tillerson.
Baik Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS maupun sumber kepresidenan Turki mengatakan bahwa pertemuan tersebut “positif” dan “produktif.”
Tillerson, sebelumnya telah mengklaim di Beirut sebelum menuju Ankara, bahwa negaranya “tidak pernah memberikan senjata berat” kepada milisi YPG dan oleh karena itu “tidak ada yang bisa diambil kembali.” Namun ungkapan Tillerson ini bertentangan dengan pernyataan Pentagon sebelumnya yang membenarkan adanya senjata berat di tangan YPG yang diberikan oleh AS.
Kunjungan Tillerson memainkan peran penting di tengah ketegangan hubungan antara kedua negara, terutama terkait isu-isu terkait Suriah. Tillerson telah mengatur kunjungannya ke Turki sebagai perhentian keempat dari perjalanannya ke lima negara setelah Mesir, Kuwait, dan Yordania.



