Sejumlah penari perut dan guru tari oriental dari Turki dan negara-negara Arab akan berkumpul di Israel pada bulan Juni untuk berpartisipasi dalam festival tari perut terbesar di dunia, demikian laporan lembaga penyiaran swasta al-Arabiya.
Sebuah harian Yahudi mengatakan hal yang paling menarik dari acara ini adalah para penari tidak takut untuk datang ke Israel dan “menggetarkan pinggul mereka untuk perdamaian.”
Namun ada juga beberapa penari yang menentang festival tersebut. Penari terkenal Mesir termasuk Fifi Abdu, Lucy dan Dina, yang termasuk paling terkenal di dunia Arab, menolak untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Semua warga Mesir sejak lahir membenci Israel,” kata Abdu, seraya menambahkan bahwa mereka menolak normalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.
Hubungan Turki-Israel memburuk sejak serangan Israel terhadap armada Turki yang berusaha memecahkan blokade Gaza pada tahun 2010. Sembilan belas aktivis tewas termasuk sembilan warga Turki dalam serangan itu.
Festival tari perut selama empat hari, yang akan diadakan untuk kesembilan kalinya tahun ini, akan berlangsung di provinsi Eliat, Israel selatan, dan akan dimulai pada 16 Juni.
HDN



