Dua pria Turki menyelamatkan nyawa dua wanita dan satu petugas polisi dalam serangan teroris hari Senin yang menewaskan sedikitnya lima orang di ibu kota Austria, sementara nyaris lolos dari kematian setelah ditembak oleh salah satu pria bersenjata, seperti dilansir Anadolu Agency (AA).
Recep Tayyip Gültekin mengatakan dia sedang bersama temannya Mikail Özer di pusat kota Wina ketika mereka mendengar suara tembakan. Dia mengatakan mereka menuju ke arah keributan dan melihat seorang pria bersenjata menembak seorang warga sipil yang lewat. Gültekin membantu wanita yang terluka itu.
“Setelah saya membawa wanita itu ke restoran terdekat, teroris menodongkan senjatanya ke arah saya,” kenangnya. Dia menjatuhkan dirinya ke tanah untuk menghindari tembakan oleh pria bersenjata, yang membawa senjata laras panjang, namun terluka, katanya. “Kami masuk ke mobil teman saya dan pergi ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut.”
Gültekin mengatakan, kemudian, mereka melihat seorang petugas polisi yang terluka dalam bentrokan tersebut. Menyadari bahwa tim medis tidak dapat mendekati lokasi kejadian karena konflik, Gültekin dan temannya membawa petugas tersebut ke ambulans. Mereka juga membantu seorang wanita lanjut usia yang mereka temui di lokasi kejadian untuk pindah ke lokasi yang aman, katanya.
Pria bersenjata berusia 20 tahun yang ditembak mati dalam serangan di Wina pada hari Senin itu bersenjatakan senapan serbu dan mengenakan sabuk peledak palsu. Ia lahir dan besar di kota tersebut dan dikenal oleh intelijen dalam negeri karena ia adalah salah satu dari 90 warga Austria yang ingin melakukan perjalanan ke Suriah, kata seorang editor surat kabar pada hari Selasa. Kurtin S. memiliki “akar Albania,” tetapi orang tuanya berasal dari Makedonia Utara, kata editor surat kabar mingguan Falter Florian Klenk di Twitter, tanpa memberikan rincian sumber informasi tersebut. Polisi mengira dia tidak mampu merencanakan serangan di Wina, Klenk menambahkan.
Sekitar 1,000 petugas polisi telah dikerahkan di seluruh Wina setelah penembakan tersebut, yang dimulai Senin malam di luar sinagoga utama kota tersebut. Polisi mengatakan ada “tersangka bersenjatakan senapan di enam lokasi berbeda” di seluruh kota.
Serangan itu menuai kecaman dan jaminan dukungan. Para pejabat Turki menyatakan solidaritasnya dengan Austria setelah serangan teroris yang mematikan itu. “Terorisme adalah musuh bersama seluruh umat manusia. Kerja sama internasional yang tulus diperlukan untuk melawan momok ini,” kata Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu di Twitter.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras serangan teroris mematikan kemarin di ibu kota Austria. “Kami mengutuk keras serangan ini, menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa dan mendoakan pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. “Sebagai negara yang telah berjuang melawan segala jenis terorisme selama beberapa dekade, Turki menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Austria,” katanya.
Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin juga mengutuk serangan tersebut dan menyatakan solidaritasnya dengan Austria. “Kami mengutuk keras serangan teroris di Wina. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam serangan pengecut ini dan mendoakan kesembuhan bagi yang terluka. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Austria. Kami akan terus berjuang melawan segala bentuk terorisme,” tulis Kalin di Twitter.
Direktur Komunikasi Fahrettin Altun juga mengecam serangan tersebut. “Turki mendukung Austria dan melawan terorisme. Kami berbagi rasa sakit Anda,” tulis Altun di Twitter.



