Tim operasi khusus dari Organisasi Intelijen Nasional Turki (MİT) telah melakukan operasi untuk menyelamatkan para peziarah yang diculik di tengah bentrokan di Suriah utara.
Pemberontak Suriah, yang menculik para peziarah pada Mei 2012, memindahkan para peziarah tersebut ke kota Azaz di Suriah utara pada awal Oktober sebagai bagian dari kesepakatan pembebasan dua pilot Turki di Lebanon, harian Sabah melaporkan, mengutip pejabat tingkat tinggi. Kesepakatan itu memperkirakan perpindahan jamaah haji ke Turki pada Idul Adha secara bersamaan dengan pelepasan pilot. Namun, bentrokan meningkat antara Brigade Badai Utara, kelompok pemberontak yang menahan para peziarah dan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang terkait dengan al-Qaeda di Azaz pada 15 Oktober.
MİT kemudian memutuskan untuk mengirim tim operasi khusus ke Azaz untuk membawa para peziarah keluar dari bentrokan tersebut. Atas persetujuan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdoğan, kelompok tersebut dikirim ke perbatasan Turki di Suriah dengan pesawat. Kelompok tersebut kemudian menuju ke Azaz dan membawa para peziarah tanpa baku tembak, kata laporan itu.
Pembebasan pilot yang ditangkap di luar bandara internasional Beirut pada bulan Agustus terjadi sehari setelah para peziarah Syiah dipindahkan ke Turki dan diserahkan kepada pejabat Lebanon di Istanbul. Pilot-pilot tersebut telah diculik pada 9 Agustus oleh sebuah kelompok yang menuntut Turki menggunakan pengaruhnya terhadap pemberontak Suriah untuk menjamin pembebasan sembilan warga Lebanon.
HDN



