Seorang tokoh terkemuka di Ikhwanul Muslimin Mesir mengatakan Israel akan lenyap dalam satu dekade karena kebijakan-kebijakannya.Essam al-Erian, wakil ketua sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Kebebasan dan Keadilan, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara. Daily Telegraph dilaporkan pada hari Selasa.
Erian menyatakan bahwa “ideologi Zionisme” telah berakhir, dan “penjajah Palestina” harus meninggalkan wilayah tersebut dan mengizinkan warga Palestina untuk kembali.
“Penduduk Yahudi di wilayah bersejarah Palestina merupakan hambatan bagi hak warga Palestina untuk kembali,” katanya, seraya menambahkan, “Siapa pun yang dapat membaca masa depan dapat melihat bahwa proyek ini masih memiliki waktu satu dekade, kurang dari satu dekade lagi, dan kami yakin bahwa rakyat Palestina dapat kembali ke Palestina.”
Pada hari Selasa, Gerakan Non-Blok (GNB) mengecam Israel atas rencana terbarunya untuk membangun lebih banyak unit pemukim ilegal di wilayah pendudukan Palestina.
GNB mengeluarkan pernyataan yang mengutuk Israel setelah perwakilan tetap kelompok tersebut mengadakan pertemuan di New York.
Pernyataan GNB menggambarkan kebijakan perampasan tanah yang dilakukan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kehadiran dan perluasan pemukiman Israel yang terus berlanjut di wilayah pendudukan Palestina telah menimbulkan hambatan besar bagi upaya membangun perdamaian di Timur Tengah.
Lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di lebih dari 120 pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Timur al-Quds pada tahun 1967.
Tekan TV



