
Saham Boeing Anjlok Setelah Kecelakaan Mematikan 787
Saham Boeing turun lebih dari 6% pada hari Kamis setelah Kecelakaan Boeing 787 di India bagian barat mengakhiri kenaikan saham yang cepat. Air India Dreamliner jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad, dengan 242 orang di dalamnya.
Pesawat itu sedang menuju London saat jatuh di dekat Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel. Pada tengah hari perdagangan, Boeing telah kehilangan hampir $10 miliar dalam nilai pasar.
Aksi Unjuk Rasa yang Hancur Akibat Tragedi
Hingga kecelakaan itu, saham Boeing telah melonjak hampir 70% hanya dalam waktu dua bulan. Saham tersebut telah naik dari $129 pada bulan April menjadi $217 pada hari Rabu—level tertinggi sejak Januari 2023.
Reli ini mencerminkan peningkatan dramatis dalam kepercayaan investor, sebagian besar didorong oleh arus pesanan yang kuat dan operasi bebas insiden selama setahun.
Namun, kecelakaan hari Kamis menghentikan momentum itu. Waktunya tidak bisa lebih buruk lagi, karena Boeing telah mendapatkan kembali kepercayaan setelah skandal keselamatan sebelumnya.
Pesanan Kuat dan Catatan Bersih Memicu Pertumbuhan
Optimisme investor terus tumbuh. Boeing tidak mencatat kegagalan mekanis besar dalam lebih dari setahun, memulihkan kepercayaan pada standar keselamatannya.
Selain itu, raksasa kedirgantaraan itu telah memenangkan pesanan besar di Timur Tengah. Pesanan tersebut termasuk kesepakatan senilai $14.8 miliar dengan Etihad dan kesepakatan besar senilai $96 miliar dengan Qatar Airways untuk 210 jet.
Bersama-sama, kontrak-kontrak ini menambahkan $110.8 miliar ke buku pesanan Boeing—meningkatkan prospek keuangan dan reputasinya.
Kecelakaan Kembali Memperparah Kekhawatiran Keselamatan
The Kecelakaan Boeing 787 telah membayangi keberhasilan Boeing baru-baru ini. Hal ini mengancam akan merusak kemajuan yang telah dibuat dalam kepercayaan publik dan investor.
Otoritas penerbangan India telah mulai menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Meski belum ada kesimpulan yang dicapai, insiden tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran tentang keandalan pesawat Boeing.
Tragedi ini terjadi tepat saat Boeing mulai memamerkan sistem keselamatan yang lebih baik dan mengamankan kesepakatan internasional yang besar.
Jika kecelakaan itu terkait dengan cacat desain atau produksi, hal itu dapat memicu pengawasan global sekali lagi.

Pasar Bereaksi Cepat terhadap Krisis
Reaksi pasar sangat cepat dan tajam. Investor mengkhawatirkan potensi kejatuhan, tidak hanya dalam hal keuangan tetapi juga reputasi.
Saat Boeing menghadapi pertanyaan baru, pimpinannya perlu menanggapi secara transparan dan cepat. Kinerja saham di masa mendatang mungkin bergantung pada bagaimana perusahaan menangani investigasi dan persepsi global.
Untuk saat ini, Kecelakaan Boeing 787 menjadi pengingat yang menyadarkan bahwa comeback yang kuat sekalipun tetap rentan terhadap satu peristiwa.



