Berita Harian Hürriyet
Kepala Polisi Istanbul Çapkın mengatakan jaringan KCK pedesaan-perkotaan telah dibubarkan setelah penahanan baru-baru ini, yang mana lebih dari 100 orang ditahan. foto DHA
Kepala Polisi Istanbul Hüseyin Çapkın kemarin membela operasi kontroversial terhadap Persatuan Komunitas Kurdistan (KCK), dengan mengatakan bahwa penahanan ratusan orang di sekitar Turki telah memberikan pukulan telak terhadap dugaan jaringan teroris perkotaan.
“Jaringan KCK desa-kota sudah rusak. KCK kini telah menemui kehancurannya,” kata Çapkın kepada harian Akşam mengacu pada penggerebekan KCK terbaru pada 13 Februari.
Aparat penegak hukum menahan 149 orang pada 13 Februari dalam operasi besar kelima yang dilancarkan terhadap KCK sejak April 2009. Departemen Kepolisian Ankara merencanakan operasi terhadap KCK, yang kemudian menyebar ke 28 provinsi di seluruh negeri di bawah pengawasan Istanbul Departemen Cabang Anti Teror.
Operasi KCK terbaru ditujukan untuk memutus hubungan komunikasi antara KCK dan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) terlarang yang terletak di pegunungan Irak utara, menurut laporan.
Operasi 13 Februari juga dimaksudkan untuk menghindari tindakan sensasional pada hari ini, hari peringatan penangkapan pemimpin PKK yang kini dipenjara, Abdullah Öcalan, oleh pasukan keamanan Turki.
KCK diduga merupakan sayap perkotaan PKK, yang diakui sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Turki.
Sementara itu, beberapa anggota Konfederasi Serikat Sektor Publik (KESK) berkumpul di Istanbul dan Ankara untuk menggelar unjuk rasa menentang operasi KCK. Deputi Partai Perdamaian dan Demokrasi (BDP) Sırrı Süreyya Önder, Sebahat Tuncel, Ayla Akat Ata dan Ertuğrul Kürkçü juga menghadiri demonstrasi untuk memberikan dukungan mereka. Polisi menggerebek sejumlah serikat pekerja di Ankara pada 13 Februari sebagai bagian dari operasi tersebut, dan menahan 15 perempuan anggota dan manajer serikat pekerja.



